Bukan Hanya Faktor Gaya Hidup, Golongan Darah Ternyata Berpengaruh pada Risiko Diabetes
Golongan darah selama ini lebih dikenal berkaitan dengan kebutuhan transfusi. Penelitian terbaru menunjukkan, jenis golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami diabetes tipe 2
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara golongan darah dengan kemungkinan seseorang terkena diabetes tipe 2. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah menunjukkan individu dengan golongan darah non-O seperti A, B, dan AB memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 80 ribu perempuan menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko antar golongan darah. Hasilnya, pemilik golongan darah B tercatat memiliki risiko paling tinggi, diikuti golongan darah A dan AB, jika dibandingkan dengan golongan darah O yang cenderung memiliki risiko lebih rendah.
Secara rinci, golongan darah A disebut memiliki kemungkinan sekitar 10 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding golongan O. Sementara itu, golongan darah B memiliki risiko sekitar 21 persen lebih tinggi. Pada kombinasi faktor rhesus, golongan darah B positif bahkan tercatat memiliki risiko hingga 35 persen lebih tinggi dibanding O negatif.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya faktor penentu. Risiko diabetes tipe 2 tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti pola makan, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga faktor genetik.
Para ahli menduga kaitan antara golongan darah dan diabetes berhubungan dengan molekul tertentu dalam darah yang memengaruhi metabolisme gula serta respons peradangan dalam tubuh. Namun mekanisme pastinya masih terus diteliti lebih lanjut.
Diabetes tipe 2 sendiri merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, sehingga kadar gula darah meningkat. Jika tidak dikendalikan, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan jantung, kerusakan saraf, hingga gagal ginjal.
Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga gaya hidup sehat. Pola makan seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi langkah utama untuk mencegah diabetes, terlepas dari golongan darah yang dimiliki.



